SERANG — Prestasi gemilang ditorehkan cabor karate UKO Universitas Pamulang (UNPAM) Serang. Di bawah pembinaan dan kepelatihan Hamid Ari Hartok, atlet Karate UNPAM Serang berhasil mengoleksi 5 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Raihan tersebut menjadi gambaran keberhasilan proses pembinaan yang dilakukan Hamid dalam mempersiapkan atlet, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding.
Bagi Hamid, prestasi tidak lahir hanya dari kemampuan seorang atlet. Di belakangnya terdapat proses latihan yang panjang, kedisiplinan, kekompakan tim, serta hubungan saling percaya antara atlet dan pelatih.
“Alhamdulillah, tentu saya sangat bangga dan bersyukur. Hasil 5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan perjuangan seluruh atlet serta tim,” ujar Hamid Ari Hartok.
Tidak Sekadar Melatih Teknik
Sebagai pelatih, Hamid tidak hanya berfokus pada peningkatan teknik karate. Ia juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan mental atlet.
Menurutnya, seorang atlet harus memiliki keberanian menghadapi tekanan pertandingan sekaligus mampu mengendalikan emosi dan menjaga konsentrasi.
“Yang paling saya syukuri adalah melihat perjuangan dan kerja keras para atlet terbayar dengan prestasi. Mereka mampu memberikan yang terbaik dan membawa nama UNPAM menjadi juara umum,” katanya.
Dalam proses latihan, Hamid membangun sejumlah prinsip utama yang menjadi fondasi tim, yaitu disiplin, kekompakan, mental bertanding, dan kepercayaan.
“Kuncinya adalah disiplin latihan, kekompakan tim, mental bertanding, serta kepercayaan antara atlet dan pelatih. Kami juga selalu menanamkan bahwa bertanding bukan hanya soal menang, tetapi juga memberikan kemampuan terbaik,” jelasnya.
Pembinaan Dilakukan Secara Bertahap
Persiapan atlet dilakukan melalui program latihan yang terstruktur. Hamid memadukan latihan fisik, teknik, taktik, hingga simulasi pertandingan.
Menurutnya, kesiapan atlet tidak boleh hanya diukur dari kemampuan fisik. Mental dalam menghadapi pertandingan juga harus mendapatkan porsi pembinaan yang serius.
“Persiapan dilakukan secara bertahap dan cukup intensif, mulai dari latihan fisik, teknik, taktik, sampai simulasi pertandingan. Kami berusaha mempersiapkan atlet bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental,” ungkapnya.
Namun, Hamid menyadari bahwa membina atlet mahasiswa memiliki tantangan tersendiri. Setiap atlet mempunyai karakter dan kebutuhan yang berbeda.
“Tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi latihan dan kondisi mental atlet. Setiap atlet memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, sehingga kami harus menyesuaikan pola pembinaan agar mereka bisa berkembang secara maksimal,” tuturnya.
Mental Atlet Menjadi Perhatian Utama
Hamid juga dikenal menekankan pentingnya ketenangan dan kepercayaan diri ketika atlet memasuki arena pertandingan.
Ia tidak ingin atlet bertanding hanya karena terbebani oleh target kemenangan. Sebaliknya, atlet harus mampu menikmati proses dan mengeluarkan kemampuan terbaik yang telah dibangun selama latihan.
“Kami selalu mengingatkan atlet untuk fokus pada pertandingan, percaya pada kemampuan sendiri, dan tidak terbebani oleh hasil. Saya selalu katakan, bertandinglah dengan tenang, keluarkan kemampuan terbaik, dan nikmati prosesnya,” ujar Hamid.
Menurutnya, karakter seorang atlet justru terlihat ketika menghadapi pertandingan yang ketat.
“Di situ saya melihat bagaimana atlet mampu bangkit, tetap fokus, dan akhirnya memberikan hasil terbaik,” katanya.
Membangun Tim dengan Karakter Juara
Hamid melihat tim Karate UNPAM Serang yang dibinanya memiliki perkembangan yang positif. Para atlet dinilai semakin matang, kompak, dan percaya diri.
“Tim kali ini lebih matang, lebih kompak, dan memiliki kepercayaan diri yang kuat. Mereka tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi datang dengan target dan keyakinan untuk memberikan prestasi terbaik bagi UNPAM,” tegasnya.
Bagi Hamid, tugas pelatih bukan hanya menghasilkan atlet yang mampu memenangkan pertandingan, tetapi juga membangun karakter mahasiswa yang disiplin, bertanggung jawab, pantang menyerah, dan mampu menghadapi tekanan.
Rendah Hati di Balik Prestasi
Meski menjadi sosok yang mengawal atlet UNPAM Serang hingga meraih 5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, Hamid tidak memandang prestasi tersebut sebagai keberhasilan dirinya sendiri.
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif.
“Prestasi ini tidak mungkin diraih oleh satu orang. Saya sangat berterima kasih kepada UNPAM, pimpinan, jajaran manajemen, para pelatih, official, orang tua atlet, dan seluruh pihak yang selalu memberikan dukungan,” ungkapnya.
Menurut Hamid, apresiasi terbesar justru layak diberikan kepada para atlet yang telah menjalani latihan dengan penuh disiplin dan berjuang sampai pertandingan berakhir.
“Yang paling penting, tentu para atlet sendiri yang mau bekerja keras dan berjuang sampai akhir,” tambahnya.
Target Lebih Tinggi
Keberhasilan Karate UNPAM Serang tidak membuat Hamid cepat berpuas diri. Ia justru menjadikan capaian tersebut sebagai modal untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
“Target berikutnya tentu mempertahankan dan meningkatkan prestasi serta meraih juara di POMNAS tahun depan,” ujarnya.
Ia berharap pembinaan Karate UNPAM mampu melahirkan lebih banyak atlet mahasiswa yang dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Kami ingin melahirkan lebih banyak atlet mahasiswa berprestasi, bukan hanya di tingkat Banten, tetapi juga mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Bagi Hamid, medali yang diraih atlet hanyalah salah satu hasil dari proses pembinaan. Yang lebih penting adalah bagaimana proses tersebut terus melahirkan atlet dengan mental dan karakter juara.
“Prestasi ini bukan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi. Insyaallah, UNPAM Karate semakin berprestasi,” pungkasnya.
Narasumber:
Hamid Ari Hartok
Pelatih Cabor Karate UKO UNPAM Serang
Penulis : Redaksi Gema Nusantara
