Tangerang Selatan, Gema Nusantara — Universitas Pamulang (UNPAM) menorehkan prestasi membanggakan dengan keluar sebagai Juara Umum POMPROV VIII Banten 2026. Berdasarkan hasil akhir, UNPAM mengoleksi 16 medali emas, 16 perak dan 9 perunggu, dengan total 41 medali.
Capaian tersebut menempatkan UNPAM di peringkat pertama, mengungguli Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang berada di posisi kedua dengan raihan 7 emas, 9 perak dan 12 perunggu.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perjuangan para atlet, pelatih, official, pengurus UKO, manajemen kontingen serta dukungan pimpinan universitas dan yayasan.
Salah satu pihak yang turut berada di belakang proses pendampingan atlet adalah Pembimbing UKO UNPAM Tangerang Selatan, Iman Lubis, S.E., M.S.M. Dalam pelaksanaan POMPROV VIII Banten 2026, Iman turut mengawal empat cabang olahraga, yakni catur, karate, pencak silat dan futsal.
Menurut Iman, keberhasilan menjadi juara umum bukanlah hasil kerja satu pihak.
“Prestasi ini bukan hasil kerja satu orang. Ini hasil kerja bersama. Atlet berjuang di arena, pelatih mempersiapkan mereka, sementara pembimbing dan pengurus memastikan berbagai kebutuhan pendampingan dan koordinasi dapat berjalan,” ujarnya.
Mengawal Empat Cabor
Empat cabor yang didampingi memiliki karakter pertandingan yang berbeda. Catur membutuhkan konsentrasi dan ketelitian, karate serta pencak silat menuntut kesiapan teknik dan mental, sedangkan futsal mengandalkan kekompakan dan strategi tim.
Pendampingan dilakukan tidak hanya ketika atlet bertanding, tetapi juga berkaitan dengan koordinasi, mobilitas, kebutuhan atlet serta komunikasi antara atlet, pelatih, official dan manajemen kontingen.
Dari cabor catur, sejumlah mahasiswa UNPAM berhasil meraih medali pada nomor perorangan, beregu maupun campuran.
Sementara karate memberikan kontribusi melalui sejumlah medali emas, perak dan perunggu yang diraih atlet dari berbagai program studi, termasuk PSDKU Serang.
Pada pencak silat, UNPAM juga berhasil membawa pulang medali emas, perak dan perunggu. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi proses regenerasi atlet di lingkungan kampus.
Berbeda dengan tiga cabor tersebut, futsal UNPAM harus terhenti pada babak pertama dan belum berhasil memperoleh medali.
Namun, hasil tersebut tidak dipandang sebagai kegagalan semata.
“Futsal memang belum mendapatkan hasil yang kita harapkan. Tetapi ini menjadi evaluasi untuk pembinaan berikutnya. Dalam olahraga kita harus siap menerima hasil menang maupun kalah dan menjadikannya sebagai bahan untuk memperbaiki diri,” kata Iman.
Juara Umum Bukan Akhir, tetapi Awal Pembinaan
Bagi Iman, keberhasilan UNPAM meraih predikat Juara Umum justru menjadi tantangan baru. Prestasi tersebut harus diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan.
“Juara umum bukan akhir, tetapi awal pembinaan. Setelah mendapatkan hasil ini, tantangannya adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya,” tuturnya.
Ia menilai regenerasi atlet menjadi salah satu hal penting agar prestasi olahraga mahasiswa UNPAM tidak berhenti pada satu generasi.
Keberhasilan UNPAM sendiri merupakan hasil kontribusi berbagai cabang olahraga. Selain catur, karate, silat dan cabor yang didampingi, raihan medali juga datang dari atletik, panjat dinding, renang, badminton, voli putri dan sejumlah cabang olahraga lainnya.
Apresiasi untuk Yayasan dan Pimpinan UNPAM
Iman juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap kontingen UNPAM selama POMPROV VIII Banten 2026.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. Pranoto, S.E., M.M., atas dukungan yang diberikan, termasuk fasilitas bus antar-jemput SJ Trans yang membantu mobilitas atlet dan official selama mengikuti rangkaian pertandingan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. Pranoto, S.E., M.M., atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. Bus SJ Trans sangat membantu mobilitas atlet dan official sehingga kegiatan pertandingan dapat berjalan lebih tertib dan lancar,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Rektor Universitas Pamulang, Dr. E. Nurzaman, A.M., M.M., M.Si., serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Dameis Surya Anggara, S.Pd., M.Pd., atas dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan dan pembinaan prestasi olahraga.
Ucapan terima kasih turut diberikan kepada Manajer Kontingen UNPAM, Enggar Prasetyawan, S.Pd., M.Pd., yang turut mengawal koordinasi kontingen selama pelaksanaan POMPROV.
“Dukungan dari yayasan, pimpinan universitas, manajemen kontingen, pelatih, pembimbing dan seluruh pengurus sangat berarti. Prestasi ini adalah milik bersama,” kata Iman.
Dengan raihan 16 emas, 16 perak dan 9 perunggu, UNPAM akhirnya memastikan diri sebagai Juara Umum POMPROV VIII Banten 2026.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga mahasiswa sekaligus membangun regenerasi atlet agar UNPAM mampu mempertahankan prestasi pada ajang-ajang berikutnya.
Pewarta: Baim
Gema Nusantara
