Bogor, 16 Maret 2026 — Yayasan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Al-Amsi secara resmi membentuk AL-AMSI Disaster Management Center (ADMC) sebagai unit kemanusiaan yang berfokus pada kegiatan penanggulangan bencana, mitigasi risiko, serta pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Pembentukan lembaga ini menjadi langkah strategis yayasan dalam memperluas kontribusi sosialnya di bidang kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana.
Keputusan pembentukan ADMC ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Yayasan dan menjadi bagian dari upaya institusional untuk membangun sistem respons bencana berbasis masyarakat yang lebih terorganisir dan profesional. Dalam struktur organisasi yang telah ditetapkan, Ibrahim dipercaya untuk memimpin lembaga tersebut sebagai Direktur AL-AMSI Disaster Management Center (ADMC).
Ketua Yayasan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Al-Amsi, Iman Lubis, S.E., M.S.M., menyampaikan bahwa pembentukan ADMC merupakan bentuk kepedulian yayasan terhadap tingginya risiko bencana di Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di kawasan cincin api dunia memiliki potensi bencana yang cukup besar, mulai dari gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, hingga bencana sosial.
Menurut Iman Lubis, kondisi tersebut menuntut adanya keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga organisasi sosial, lembaga pendidikan, serta komunitas masyarakat perlu mengambil peran aktif dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang kuat.
“Indonesia memiliki kerentanan yang tinggi terhadap berbagai jenis bencana. Oleh karena itu, diperlukan lembaga yang mampu bergerak cepat, memiliki jaringan relawan yang luas, serta memiliki komitmen kemanusiaan yang kuat untuk membantu masyarakat ketika bencana terjadi,” ujar Iman Lubis dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa ADMC didirikan tidak hanya untuk melakukan respons darurat ketika bencana terjadi, tetapi juga untuk memperkuat upaya mitigasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko bencana serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya.
Pembentukan AL-AMSI Disaster Management Center (ADMC) juga merupakan bagian dari upaya yayasan untuk membangun sistem relawan kemanusiaan yang terorganisir dan profesional. Kehadiran relawan yang terlatih menjadi salah satu faktor penting dalam upaya penanganan bencana, terutama pada tahap tanggap darurat di mana kecepatan dan koordinasi menjadi hal yang sangat menentukan.
Melalui ADMC, yayasan akan mengembangkan berbagai program pelatihan relawan yang mencakup pengetahuan dasar kebencanaan, pertolongan pertama, manajemen logistik bantuan, serta koordinasi lapangan dalam situasi darurat. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas relawan agar mampu memberikan bantuan yang efektif dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak bencana.
Selain penguatan relawan, ADMC juga akan menjalankan berbagai kegiatan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Program edukasi ini mencakup sosialisasi mitigasi bencana, pelatihan kesiapsiagaan, simulasi evakuasi, serta kegiatan penyuluhan mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi bencana.
Upaya edukasi tersebut dinilai sangat penting karena tingkat literasi kebencanaan masyarakat di berbagai daerah masih perlu ditingkatkan. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai risiko bencana, masyarakat diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi situasi darurat serta mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh bencana.
Selain itu, ADMC juga diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi kegiatan kemanusiaan yang melibatkan berbagai pihak. Yayasan Al-Amsi berencana menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat, serta institusi pendidikan untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh ADMC serta meningkatkan efektivitas penanganan bencana melalui koordinasi yang lebih baik antar lembaga.
Dalam jangka panjang, ADMC diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga kemanusiaan yang profesional dan terpercaya. Keberadaan lembaga ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu berperan aktif dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di tengah masyarakat.
Yayasan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Al-Amsi menilai bahwa penguatan kesiapsiagaan masyarakat merupakan salah satu kunci utama dalam mengurangi dampak bencana. Dengan membangun kesadaran kolektif dan meningkatkan kapasitas masyarakat, risiko kerugian akibat bencana dapat ditekan secara signifikan.
Pembentukan ADMC juga mencerminkan komitmen yayasan dalam mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang lebih luas dan berkelanjutan. Melalui lembaga ini, yayasan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang terdampak oleh bencana.
Dengan semangat kemanusiaan dan solidaritas sosial, AL-AMSI Disaster Management Center (ADMC) diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai risiko bencana.
Langkah ini sekaligus menegaskan peran Yayasan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Al-Amsi sebagai lembaga yang tidak hanya bergerak di bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan serta pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, ADMC diharapkan mampu membangun jaringan relawan yang luas di berbagai daerah serta menghadirkan program-program kemanusiaan yang berkelanjutan demi mendukung terciptanya masyarakat yang lebih tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai tantangan bencana.
Penulis : Redaksi Gema Nusantara
