GEMA NUSANTARA

GERAKAN MEDIA ANAK BANGSA NUSANTARA

Subscribe
Perkembangan Industri Otomotif di Indonesia

Industri otomotif merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa yang membutuhkan transportasi untuk kegiatan sehari-hari, Indonesia menjadi pasar strategis bagi produsen otomotif global. Sektor ini tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan penerimaan negara, tetapi juga menciptakan jutaan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri pendukung seperti baja, karet, plastik, dan komponen elektronik.

Perkembangan industri otomotif di Indonesia berlangsung sangat cepat. Jika pada awalnya Indonesia hanya berperan sebagai lokasi perakitan mobil (assembling), kini Indonesia telah berkembang menjadi pusat produksi dan bahkan ekspor ke berbagai negara di Asia Tenggara. Belakangan, Indonesia juga mulai masuk ke era kendaraan listrik (electric vehicle/EV) melalui investasi dari berbagai produsen global.

Sejarah Singkat Industri Otomotif Indonesia

 Industri otomotif di Indonesia mulai berkembang pada tahun 1970-an ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan jumlah kendaraan yang diproduksi di dalam negeri. Salah satu yang pertama kali adalah Toyota yang mendirikan pabrik perakitan di indonesia pertama pada tahun 1971 melalui PT Toyota-Astra Motor, dilanjutkan oleh perusahaan jepang seperti Mitsubishi, Honda, dan Suzuki. Pada tahun tersebut, industri otomotif di indonesia sangat bergantung pada produk dan teknologi dari luar negeri.

            Lalu pada tahun 1990-an, terjadi perubahan dengan adanya  program tingkat dalam negeri yang mendorong para produsen untuk memakai komponen lokal. Kebijakan ini memberikan peluang bagi industri komponen otomotif di indonesia. Namun, terjadi krisis di Indonesia yaitu krisis moneter pada tahun 1997-1998 yang sangat berdampak pada industri otomotif di Indonesia, menyebabkan peningkatan yang drastis mencapai 50 persen. Tetapi pada awal tahun 2000-an, industri otomotif kembali pulih berkat dukungan dari kebijakan pemerintah dan pemulihan ekonomi nasional.

Kondisi industri Mobil di Indonesia Saat Ini

Menurut laporan kinerja industri otomotif 2024 dari GAIKINDO, total penjualan mobil pada tahun 2024 mencapai sekitar 800 ribu unit, atau turun 13,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 1 juta unit. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan dari kondisi ekonomi, baik global maupun domestik, serta melemahnya daya beli masyarakat.

Faktor Penyebab Penurunan Penjualan Mobil 2024

  1. Menurunnya daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi.
  2. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sehingga harga produksi meningkat.
  3. Kenaikan suku bunga, yang membuat persyaratan kredit lebih ketat dan cicilan lebih mahal.
  4. Ketidakpastian ekonomi global, yang mempengaruhi keputusan konsumsi masyarakat.

Kesimpulan

Industri otomotif merupakan sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik melalui sumbangan terhadap PDB, penciptaan lapangan pekerjaan, maupun pengembangan industri pendukung. Dimulai dari kegiatan perakitan sederhana pada tahun 1970-an, industri otomotif Indonesia telah berevolusi menjadi pusat produksi dan ekspor regional. Tantangan global dan domestik tetap ada, tetapi prospek industri ini masih menjanjikan, terutama dengan masuknya era kendaraan listrik yang membuka peluang baru bagi Indonesia di masa depan.

Penulis : Farros Farsya Azkadhiwa

Universitas Pamulang 

S1 Teknik Industri 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *